jump to navigation

Ayahku seorang yang kaya Januari 27, 2012

Posted by Rio in Cerpen.
trackback

Pria berusia 60-han yang mulai terlihat helaian-helaian putih pada rambutnya sedang mengayuh sepeda antiknya bersama kedua cucunya dari sebuah sekolah TK.

“Kakek, tadi ipin belajar nulis lho kek,” cetus ipin memulai obrolan. ” oo,, iya,,? kak niha belajar apa kak,,?” tanya kakek kepada niha. niha adalah kakak sepupu si ipin (sebaya). “kakak belajar nyanyi kek ehehe,,,,,,” jawab niha. “Cucu kakek udah mulai pinter sekarang,, yang rajin lo blajarnya di rumah,, jangan main-main terus nanti jadi bodoh” kakek menasehati. “Iya dong kek, iya kan kak niha,,?” cela ipin mencari dukungan kakaknya. “O kek, om nang kapan ya pulangnya?” tanya niha tiba-tiba. ” Iya bentar lagi juga pulang, o’om sekarang masih keja,” jawab kakek sambil mengayuh sepeda antiknya. “Kring kring,,,, kring kring,,” kakek memberi isyarat seraya sampai di depan rumah papan yang terlihat mulai lapuk di mamah usia. “Turun turun udah sampai,,” lalu menyuruh kedua cucunya untuk segera turun dari sepeda. Apa lagi, si ipin dan niha segera berlari ke dalam rumah sambil memanggil neneknya. “Neneeeeek,,,,,,,, kakak udah pulang nih sama ipin,,,,,,,,,” terus menuju dapur menghampiri si nenek yang baru saja selesai memasak. Nenek ” Eit,,,,,, kak niha, ipin,, ganti bajunya dulu trus panggil kakek, kita makan sama2 ya,, cepeet,,!!” “Iya nek” serentak mereka berdua. Setelah ipin memanggil kakek lalu merekapun menikmati hidangan makan siang bersama2.

Hemm,, itulah hari-hari yang di lalui ayah dan Ibu saya yang kini di temani keriuhan dan kenakalan cucu2nya. O iya, saya kenalin dulu, sikakek tadi adalah ayah saya, sedangkan Ipin dan Niha adalah keponakan saya (anak dari kedua kakak saya, si niha anak kakak pertama saya Wati, si ipin anak kakak ke2 saya Pani), dan si nenek tentunya Ibu saya tercinta  hehe,,,

Ayah.

Ayah saya adalah seorang yang sangat sabar, tidak pernah memukul anak nya dengan kedua tangnya apa lagi dengan pemukul. Menegur kesalahan-kesalahan kami (anak-anaknya) dengan bijaksana. Beliau juga seorang yang sangat kaya. Hemm, mungkin sobat heran masak orang kaya, cuma naik sepeda antik dan punya rumah papan yang mulai lapuk?? hehe,, maksut saya ayah saya seorang yang kaya hati, tidak pernah mengeluh akan harta dunia.

Ketika almarhum kakek saya masih hidup, disatu malam beliau datang ke rumah kami untuk melihat keadaan kami sekeluarga. Pada malam itu jam 7:30 kira2, kakek saya melihat semua sepeda masih berada di luar rumah, angkong (kreta sorong) juga masih di luar, lalu apa yang terjadi,?? kakek saya marah sekali dengan ayah dan ibu saya. Ayah saya hanya diam mendengarnya tanpa memberi alasan. Maklumlah di desa kami dulu banyak pencurian di malam hari. Kakek saya marah dgn sikap ayah saya yang tidak pernah merasa khawatir dengan barang2 kepunyaanya bila nanti di curi orang.

Ke esokan harinya sya (berusia8-9thn) bertanya kepada ayah knpa kakek marah. Ayah tersenyum lalu berkata, ” Hemm,, kakek marah karna sepeda kita belum di masukin ke rumah, nah itukan tugas2 mu kemana aja kamu tadi hayo?? ayah menjelaskan sambil mengingatkan akan tugas2 saya hehe.. Lalu beliau berkata lagi, “Denger nar,” (itulah panggilan saya sewaku kecil di keluarga) “seandainya sepeda, atau barang2 kita kena curi, bapak belum tentu menyalahkan si pencuri tadi,,”  saya terdiam penuh tanya sambil menyimak kata2 beliau. “Semua itu cuma titipan Allah dan kita hanya menjaga sebaik mungkin, bila suatu saat kita kehilanganya itu berarti kita tidak lagi diizinkan untuk menjaga dan menggunakanya, jadi kalau kamu masih ingin punya sepedamu ya di jaga baik2.” Iya yah,,, jawab saya menyadari kelalaian akan tugas harian.

Waktu itu sudah 20thn berlalu dan ayah saya mulai terlihat lelah, betapa aku ingin melihatnya tersenyum bangga melihatku.

“Ayah aku akan selalu berusaha membuatmu bangga, meski dahulu engakau tidak mampu membiyayai pendidikanku.

Iklan

Komentar»

1. Suratman Adi - Januari 27, 2012

Bapak kamu org yang hebat,semoga km bisa menjadi seorang kepala keluarga seperti bapak km.
Amin

Rio - Januari 27, 2012

Trimakasih mas hehe,,,,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: